No additional content available for this event.
AI Workshop "Hands On" Bersama: 3 Proyek (16 September) - Proyek 1
Siap untuk membuka dunia AI dan menjadi master prompter? Temukan rahasia berkomunikasi efektif dengan kecerdasan buatan dalam acara ini! Pelajari konsep kunci "conversation" dan kuasai teknik prompt engineering untuk hasil optimal.
Bayangkan AI seperti asisten pribadi yang siap membantu. Dengan teknik prompt yang tepat, Anda dapat "berbicara" dengan AI layaknya interaksi natural di WhatsApp. Pelajari cara merumuskan format, menentukan objektif, memberikan konteks, hingga menambahkan sentuhan spesial untuk hasil yang sesuai harapan.
Lewat contoh konkret dan latihan langsung, Anda akan diajak mengeksplorasi beragam model prompt, termasuk format poin-poin, bahasa yang ramah anak, hingga pembuatan konten kreatif seperti lagu dan puisi. Tingkatkan kemampuan berkomunikasi dengan AI dan dapatkan hasil maksimal dari teknologi canggih ini!
Rangkuman Acara Workshop AI dan Prompt Engineering
Acara ini adalah workshop mengenai AI dan bagaimana menggunakannya dengan efektif, khususnya dengan teknik yang disebut "prompting". Berikut rangkuman poin-poin pentingnya:
Tujuan:
- Memperkenalkan peserta pada AI dan bagaimana menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam konteks agama Kristen.
- Mengajarkan teknik "prompting" untuk berinteraksi dengan AI secara efektif dan mendapatkan hasil yang diinginkan.
Apa itu Prompting?
- Prompting adalah cara kita berkomunikasi dengan AI, seperti memberikan instruksi atau pertanyaan.
- Kualitas prompt akan sangat menentukan kualitas jawaban yang diberikan oleh AI.
Metode FOCUS:
Workshop ini memperkenalkan metode FOCUS untuk merancang prompt yang efektif:
- Format: Tentukan format jawaban yang diinginkan, misalnya poin-poin, paragraf, lagu, puisi, dll.
- Objective: Sampaikan tujuan atau hasil yang ingin dicapai dengan jelas.
- Context: Berikan konteks yang cukup agar AI dapat memahami maksud pertanyaan dengan baik.
- Use/Usage: Jelaskan untuk siapa dan untuk apa jawaban tersebut akan digunakan.
- Spice: Tambahkan elemen khusus seperti ilustrasi, cerita, atau batasan khusus untuk memperkaya jawaban.
Platform yang Digunakan:
- Perplexity AI: Platform AI yang digunakan untuk latihan prompting. Peserta diajarkan cara menggunakan mode "Writing" untuk mendapatkan jawaban yang lebih komprehensif dan tidak terbatas pada beberapa situs web saja.
Praktek Prompting:
Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberikan tema-tema seperti "kasih", "dosa", dan "hidup". Mereka kemudian dipandu untuk merancang prompt dengan metode FOCUS dan mengamati perbedaan hasil yang didapatkan dari setiap perubahan prompt.
Contoh Penerapan:
- Membuat penjelasan tentang kasih, dosa, dan hidup dari berbagai sudut pandang agama dan untuk berbagai rentang usia.
- Mencari ayat Alkitab yang relevan dengan tema yang dibahas.
- Menghasilkan materi PA (Pendalaman Alkitab) untuk pemuda dan remaja.
- Menulis lagu dan cerita pendek dengan tema tertentu.
Kesimpulan:
Workshop ini berhasil memberikan pengenalan yang menarik dan bermanfaat tentang AI dan teknik prompting. Peserta diajak untuk langsung mempraktekkan teknik yang diajarkan dan merasakan sendiri bagaimana prompt yang dirancang dengan baik dapat menghasilkan jawaban yang lebih akurat dan relevan.
Catatan:
- Penting untuk diingat bahwa AI bukanlah pengganti manusia dan jawaban yang dihasilkan tetap perlu dikritisi dan diverifikasi.
- Peserta diharapkan dapat terus mengeksplorasi dan mengembangkan kemampuan prompting mereka untuk memaksimalkan penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga rangkuman ini bermanfaat!
Pertanyaan Diskusi untuk Memahami Event tentang AI
Teks yang Anda berikan membahas tentang potensi AI, khususnya conversational AI, dan bagaimana kita bisa berinteraksi dengannya menggunakan prompt. Berikut beberapa pertanyaan diskusi untuk memperdalam pemahaman tentang event ini:
Bagian 1: Pengenalan AI dan Prompt:
- Tujuan utama event ini adalah membuat setiap orang bisa "bermain" dengan AI. Menurut Anda, apa makna "bermain" dalam konteks ini? Apakah ini berarti AI hanya untuk hiburan, atau ada potensi lain yang ingin digali?
- Pembicara menyamakan prompt dengan chatting di WhatsApp. Apakah analogi ini tepat menurut Anda? Apa persamaan dan perbedaan antara keduanya?
- Apa yang dimaksud dengan conversational AI? Mengapa conversational AI dianggap penting dalam perkembangan teknologi?
Bagian 2: Metode FOCUS dan Penerapannya:
- Metode FOCUS disebut sebagai kunci sukses dalam berinteraksi dengan AI. Jelaskan masing-masing elemen dalam metode ini (Format, Objective, Context, Use/Usage, Spice) dan berikan contoh konkret bagaimana setiap elemen mempengaruhi hasil interaksi dengan AI.
- Pembicara memberikan contoh penggunaan metode FOCUS untuk menggali topik "Doa" dari berbagai sudut pandang. Bagaimana metode ini membantu mendapatkan informasi yang lebih spesifik dan terarah?
- Dalam teks disebutkan bahwa prompt bisa diibaratkan seperti memberikan perintah kepada AI. Apakah ini berarti AI akan selalu mengikuti instruksi kita? Bagaimana kita bisa memastikan bahwa AI "memahami" apa yang kita inginkan?
Bagian 3: Refleksi dan Diskusi Lanjutan:
- Apa saja manfaat dan tantangan yang mungkin muncul ketika semua orang bisa berinteraksi dengan AI dengan mudah?
- Apakah Anda setuju bahwa conversational skills menjadi semakin penting di era AI? Mengapa?
- Setelah mempelajari dasar-dasar interaksi dengan AI, topik apa yang ingin Anda gali lebih dalam menggunakan conversational AI? Bagaimana Anda akan merancang prompt untuk mendapatkan informasi yang Anda butuhkan?
Pertanyaan Tambahan:
- Dalam teks disinggung tentang penggunaan platform Perplexity dan fitur-fiturnya seperti mode "writing" dan "co-pilot". Apa keunggulan dan keterbatasan platform ini dibandingkan dengan platform conversational AI lainnya?
- Bagaimana kita bisa menggunakan AI secara bertanggung jawab, khususnya dalam konteks agama dan nilai-nilai moral?
Pertanyaan-pertanyaan ini diharapkan dapat memicu diskusi yang menarik dan mendorong peserta untuk berpikir kritis tentang potensi dan tantangan AI dalam kehidupan sehari-hari.
Berikut adalah 10 kategori yang cocok untuk teks yang Anda berikan, yang menggambarkan event pembelajaran AI ini:
- Pengenalan AI (Artificial Intelligence): Meliputi pengertian dasar AI, jenis-jenis AI seperti conversational AI, dan contoh platform AI seperti ChatGPT dan Perplexity.
- Prompt Engineering/Design: Menekankan pentingnya prompt dalam berinteraksi dengan AI, bagaimana merancang prompt yang efektif, dan bagaimana prompt engineering menjadi bidang baru yang penting.
- Metode FOCUS: Memperkenalkan metode FOCUS sebagai kunci sukses dalam prompt engineering, yang terdiri dari Format, Objective, Context, Use/Usage, dan Spice.
- Studi Kasus: Menunjukkan contoh konkret penggunaan metode FOCUS dalam menggali informasi tentang "doa" dari berbagai perspektif agama dengan Perplexity.
- Praktik Langsung: Peserta diajak untuk langsung mempraktikkan metode FOCUS dengan Perplexity, menggali tema "kasih" dan "dosa" dari berbagai sudut pandang.
- Diskusi dan Troubleshooting: Terdapat sesi diskusi dan tanya jawab, peserta dibantu mengatasi kesulitan teknis dan berbagi pengalaman menggunakan Perplexity.
- Keterampilan Berpikir Kritis: Menekankan pentingnya mengevaluasi dan tidak menelan mentah-mentah informasi yang dihasilkan AI, serta membandingkannya dengan sumber lain.
- Aplikasi AI dalam Konteks Keagamaan: Mengeksplorasi potensi dan tantangan penggunaan AI dalam konteks keagamaan, seperti membuat materi PA, renungan, dan lagu rohani.
- Etika Penggunaan AI: Menyinggung tanggung jawab etis dalam memanfaatkan AI dan pentingnya tidak bergantung sepenuhnya pada AI.
- Workshop dan Pembelajaran Lanjutan: Informasi mengenai workshop lanjutan yang akan membahas fitur-fitur Perplexity lebih mendalam.